Written by 

Tragedi di balik Asap

(0 votes)

Judul                :Di Balik Tragedi Asap

Penulis             :

Nurdiyansah Dalidjo, Trinirmalaningrum, Frans R. Siahaan, Untung Widyanto, Ivan Aulia Achsan, Tika Primandari, dan Karana Wijaya Wardana

Penerbit           :Perkumpulan SKALA dan The Asia Foundation


Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang terjadi di tahun 2015 lalu masih menyisakan urusan yang belum tuntas. Ada banyak perkembangan sekaligus temuan-temuan terbaru sebagai catatan penting untuk pula diketahui sekaligus diperbincangkan kembali oleh publik.

Selain memaparkan tentang kerugian yang dialami oleh negara dan masyarakat secara terperinci, buku berjudul Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015 berupaya memotret dan mengurai kompleksitas dari masalah karhutla dan kabut asap di Indonesia. Pada bagian awal pembahasan, buku ini memulainya dengan menggali akar persoalan karhutla di Indonesia, mencari tahu siapa yang berwenang dan bertanggung jawab, menelisik politik anggaran, hingga mencari tahu siapa yang sebenarnya diuntungkan dan dirugikan.

Buku ini juga mencatat pengalaman dan pembelajaran dari partisipasi masyarakat sipil dalam terlibat di hampir seluruh proses penanganan karhutla dan kabut asap sebagai respon dari lambannya penanganan peristiwa tersebut. Gerakan masyarakat ini secara aktif menggalang dukungan bagi proses evakuasi selama bencana, pengumpulan data hot spots untuk disebarkan ke publik, membangun posko pengaduan, hingga kampanye, advokasi, dan pelaporan kasus, baik kasus pidana, perdata, maupun administrasi.

Secara tegas kita bisa katakan bahwa peristiwa karhutla dan kabut asap tahun 2015 lalu telah menunjukkan potret dari buruknya tata kelola hutan dan lahan. Tata kelola yang buruk ini terkait dengan sistem perizinan industri berbasis hutan dan lahan yang tidak transparan dan akuntabel dan tidak terintegrasi. Akibatnya, izin-izin pun menjadi sarat dengan praktik korupsi dan tumpang tindih di lapangan. Tentu bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa izin-izin yang diterbitkan ini bersifat transaksional dan melibatkan elit di daerah dan pusat serta korporasi.

Pada bagian akhir, buku ini akan memaparkan lemahnya penegakan hukum di mana hukum belum mampu menjerat korporasi pembakar hutan dan lahan atau perusak lingkungan. Apa penyebabnya dan seperti apakah proses yang tengah berlagsung dan masih terus bergulir hingga kini?

Maka, meski karhutla dan kabut asap tahun 2015 telah berlalu, hadirnya buku ini akan mengingatkan kita kembali bahwa kita menolak untuk lupa pada peristiwa tersebut. Buku Di Balik Tragedi Asap: Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan 2015 yang disusun dan diterbitkan oleh Perkumpulan Skala dan The Asia Foundation ini bertujuan untuk mengambil pengalaman dan pembelajaran dalam menghadapi kemungkinan karhutla ke depan.

socialshare

share on facebook share on linkedin share on pinterest share on youtube share on twitter share on tumblr share on soceity6