Nurdiyansah Dalidjo

Kota Tua JKT

Penerbit

Jejakwisata.com melalui kerja sama dengan Nulisbuku.com (2015) (indie book/print on demand)

Kontak Pemesanan

Email           : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website       : www.jejakwisata.com & www.nulisbuku.com

Ada banyak hal yang telah maupun sedang terjadi di Kota Tua Jakarta sejak periode kolonialisme hingga paska-reformasi. Sebagai kawasan bersejarah yang menyempil di tengah-tengah kehidupan urban, Kota Tua bergulat dengan kompleksitas beragam persoalan di Jakarta. Seperti apakah potret Kota Tua kemudian?

Kota Tua JKT: Pergulatan Pariwisata, Konservasi, & Kemiskinan merupakan sebuah kajian yang merekam dinamika Kota Tua sekaligus menyajikan pendekatan alternatif dalam pengembangan pariwisata. Melalui buku ini, Nurdiyansah Dalidjo mencoba membuktikan bahwa partisipasi, keterbukaan akses, dan pemberdayaan terhadap kaum miskin kota, mempunyai peluang pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh situs atau kawasan bersejarah di perkotaan. Mungkinkah pro-poor tourism dapat memainkan peran strategis sebagai salah satu jalan keluar dan investasi jangka panjang bagi upaya pengentasan kemiskinan, konservasi, dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan?

Memandang Kota Tua sebagai subjek yang berbicara, buku ini akan membawa kita pada sisi yang berbeda dari apa yang tampak selama ini tentang Kota Tua.

Kearifan Lokal Indonesia

Penerbit

Kerja sama BNPB & Perkumpulan Skala (2015)

Kontak Pemesanan

Website           : www.perkumpulanskala.net

Buku ini ditulis oleh Nurdiyansah bersama Trinirmalaningrum. Merangkum perjalanan kedua penulis dalam menggali kearifan lokal terkait kebencanaan (pendekatan pengurangan risiko bencana) di 4 komunitas adat Nusantara: Komunitas Ngata Toro, Sulawesi Tengah; Kasepuhan Ciptagelar di dataran tinggi Gunung Halimun, Jawa Barat; Komunitas Dayak di Sungai Barito, Kalimantan Tengah; dan Nias, Sumatera Utara.   

Buku ini menjadi bukti terhadap tingginya nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat di dalam komunitas adat di Indonesia sekaligus pengembangannya untuk diaplikasikan dan diadaptasi pada konteks kekinian. 

Perempuan, Cinta, Masa Lalu

Penerbit

Langit Aksara (2013) (self/indie publishing)

Kontak Pemesanan

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Buku kumpulan cerpen ini merupakan karya sembilan penulis yang memuat total 19 cerpen. Keseluruhan karya-karya tersebut sebelumnya hanyalah menjadi dokumentasi pribadi yang belum pernah dipublikasikan. Beberapa penulis dalam buku kumpulan cerpen ini adalah memang (bekerja sebagai) penulis yang sudah sering menerbitkan karyanya di media massa maupun buku antalogi lainnya, namun sebagian lagi merupakan penikmat sastra yang kemudian menulis sebagai ekspresi pribadi.

Sebagai karya fiksi, banyak dari cerpen di buku ini memuat kisah nyata dari berbagai tokoh perempuan dalam lingkup sosial-budaya. Ada kisah tentang buruh migran perempuan (TKI), remaja perempuan yang bergelut dengan persoalan berat badan, perempuan dewasa dengan desakan menikah, perempuan yang hamil di luar nikah, pekerja seks, sosok ibu, hingga kisah tentang hatu perempuan.

Benang merah dari seluruh cerita, selain membahas tentang perempuan, juga adalah berkisah tentang masa lalu. Melalui refleksi cerita perempuan dengan “cinta”-nya di masa lalu yang beragam dan penuk dengan perspektif, menjadi sebuah refleksi yang enak dilihat sebagai referensi kisah kehidupan.

“Pada buku ini, banyak kisah perjalanan yang tampaknya hadir dalam kehidupan sebenarnya. Meski ada dinding pemisah antara dunia penulis dan realita karya yang diciptakan, namun bagi para penulis, menorehkan emosi dalam bentuk cerpen adalah sebuah kesaksian atau pengalaman yang dialaminya sendiri.”

Tabloid Indonesia Finance Today (Vol. III No. 063, Jumat, 26 April 2013)

“19 cerita dari 9 cerpenis ini bercerita banyak. Soal perempuan, tentang kepedihan, perkara dendam, masalah cinta, perihal kasih, dan sekelumit kepahitan hidup. Membacanya akan membawa Anda ke relung-relung hati, dari permukaan, kemudian mblusuk jauh ke dalam. Mengantarkan Anda kepada hikmah sepenggal kehidupan, yang bukan saja tentang ceritanya, melainkan juga mengenai penulisnya. Menyadarkan kita bahwa hidup yang tengah dijalani ini begitu berharga dan tak layak dikufuri. Selamat.”

Hagi Hagoromo, pekerja media 

“Tidak mudah mencari penulis yang mau menuliskan masalah perempuan tanpa pretensi atau stigma yang biasa ditemukan dalam sastra Indonesia. Buku ini mengkompilasi mozaik kehidupan perempuan Indonesia, beragam kepingan ingatan penulisnya, isu perempuan dan ketegangan sosial yang masih terus terjadi. Kalau ingin berkelana dalam cerita, sambil menghirup hawa cinta dan masa lalu, silakan baca buku ini.”

Olin Monteiro, penulis, aktivis, penerbit, fotografer,

& produser dokumenter perempuan 

“Karya fiksi ini merupakan hasil imajinasi, tetapi membaca cerpen-cerpen dalam buku ini, saya seperti melihat kenyataan. Buku ini seperti hendak mengabarkan realita pilu yang biasa jadi betul-betul ada di dunia nyata.”

Dianing Widya, penulis 

“Membaca cerpen-cerpen ini seperti membaca diri sendiri. Terwakili. Cerita twist tentang bagaimana perempuan digambarkan dalam dongeng dan legenda membuat saya menarik bibir sampai telinga. Saya berjanji membuat lebih banyak orang membacanya. Good work, guys and girls.”

Dian Purnomo, novelis

Apakah Kau Percaya Peri?

Penerbit

Nulisbuku.com (2015) (indie book/print on demand)

Kontak Pemesanan

Email                : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website           : www.nulisbuku.com

“Apakah kau percaya peri? Makhluk hidup mungil bersayap yang bersembunyi di antara bunga-bunga atau akar-akar pohon besar.... Apakah ada di antara kita percaya pada peri? Sayang, memori kanak-kanak sulit kembali. Karena mungkin ada rasa aneh yang menghinggapi ketika tengah berteduh di bawah beringin tua. Seolah ada yang mengintip di antara celah dedaunan maupun akar yang menjuntai bagai rambut purba raksasa. Ada kesenangan yang spontan ketika melihat bunga-bunga bermekaran. Seolah sesuatu tengah membalas pandang dengan senyuman yang pasrah. Dan tidakkah suara air yang mengalir, aroma lumut dan tanah basah di pinggiran sungai membuat kita merasa teduh dan nyaman. Seolah ada sosok yang benar-benar hidup dari kemurnian yang lembab.... Segumpal dandelion meretas bagai bola kapas paling halus. Angin datang bersama seorang bocah yang meniupkan hembusan udara perlahan, lalu tiap-tiap kelopak melepas diri dan terbang menjelma peri-peri yang melayang dengan mahkota putihnya. Masihkah kita ingat isyarat yang pernah kita pahami itu? Yang berangsur hilang saat kita melupakan apa yang kita lihat dan rasakan.”

Buku kumpulan cerpen bersama ini merupakan sebuah project yang digagas 7 penulis. “Childhood Memoirs” adalah upaya untuk menuliskan kisah kanak-kanak penulis di masa lalu dengan menjadikan kenangan sebagai inspirasi. Ketujuh penulis tersebut ialah Angelina Enny, Clarasia Kiky, Keke Kezia, Lovie Lenny Gunansyah, Nurdiyansah Dalidjo, Shandra M. Tehupeiory, Yola M. Caecenary.

"Apa kau percaya peri? Makhluk bersayap dengan serbuk ajaib yang menghidupkan imajinasi masa kecilmu. Hei, mungkin seluruh anak di muka bumi pernah membayangkan peri penyelamatnya. Cerita-cerita di sini akan mengantarmu pada kenangan masa kanak-kanak. Tentang sahabat. Tentang impian. Tentang tawa. Bahkan tentang air mata. Semua kenangan itu akan membuat kita bertanya: bagaimana masa kinimu? Dia akan terjawab setelah kita menyusuri jalinan masa lalu."

Guntur Alam, cerpenis dan novelis 

“Seberapa banyak kita mengingat masa lalu, seperti suatu renungan akan masa yang begitu kreatif, imajinatif dan berwarna-warni. Buku ini mengajak pembaca melihat kembali arti menjadi anak di dunia ini, menjadi anggota keluarga, bahkan bagian dari semesta yang penuh ruam-ruam keindahan maupun kepahitan. Tentu tidak mudah buat para penulis merangkai memoar mereka menjadi fiksi, tapi para penulis ini dengan cekatan mengajak kita berjalan di lorong waktu, menguras memori dengan cerdas dan mengombang-ambing kita dalam lautan kenangan yang melesak sampai jiwa. Bersiaplah untuk pelayaran yang penuh pasang surut dan resapilah dengan perlahan.”

Olin Monteiro, penulis, feminis, penerbit independen, produser dokumenter perempuan, dan koordinator jaringan relawan aktivis & seniman, Arts for Women 

“Sekumpulan memori menyeruak keluar, semua potongan puzzle kenangan masa kecil tersingkap dari setiap cerita para penulis. Buku ini diary. Semua air mata dan tawa bersatu mengingatkan cinta yang pernah dirasa.”

Boy Marpaung, sutradara, produser, penulis naskah, dan pendidik seni pertunjukkan 

“Bermimpilah seperti kanak-kanak. Raih mimpimu seperti orang dewasa.”

Desiree Manumpil, penikmat sastra. 

“Dalam dunia fiksi semua hal bisa saja terjadi dan menjadi menyenangkan atau tidak sama sekali. Ruang dan waktu berlalu tanpa terasa, tapi pada akhirnya ingatan atau kenangan tentang masa lalu, serupa kanak-kanak yang ingin pulang ke rumah. Saat menulis cerita pendek ini, saya yakin para penulis “Apakah Kau Percaya Peri?” menuliskannya berdasarkan riwayat kejadian yang sangat intens yang pernah dialami oleh keseluruhan pikiran, jiwa dan tubuhnya. Bahkan mungkin mimpi-mimpinya. Sehingga kita akan menemui cerita-cerita yang sangat obsesif atau bahkan fantasional yang akan terus mendesak imajinasi kita selaku pembacanya. Buku ini saya kira, memuat kisah-kisah yang memang tak akan pernah “terjadi” di dunia nyata, namun akan “menjadi” kenyataan di dunia khayalan kita. Saya salut dengan para penulis cerita di buku ini mampu mengekspresikan dan mengaktualisasikan kenangan masa kecil mereka menjadi bacaan dahsyat yang enak dibaca. Tak ada cara terbaik menikmati buku ini selain membiarkan dirimu berfantasi. Oleh karena itu, bacalah!”

Bamby Cahyadi, penulis cerpen

Seksualitas dan Kespro

Penerbit

Yayasan Jurnal Perempuan (2011)

Kontak Pemesanan

Email                : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website           : www.jurnalperempuan.com

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Jurnal Perempuan melalui kerja sama dengan terre des hommes ini berisi sembilan esai dan ditulis oleh sembilan penulis yang membahas isu seksualitas dan kesehatan reproduksi kaitannya dengan persoalan perempuan dengan disabilitas. Para penulis pada buku ini, antara lain Ariani Soekanwa, Astrid Louisia, Eva Kasim, Inge Komardjaja, Mimi Lusli, Nurdiyansah Dalidjo, Nurul Saadah Andriani, Rachmita M. Harahap, dan Titiana Adinda.

“Memberikan pendidikan seks kepada perempuan dan anak-anak disabel harus diawali dengan keterbukaan sikap orangtua. Keterbukaan ini sangat penting untuk menghapus mitos-mitos yang masih diyakini kebanyakan masyarakat. Melalui pendidikan seks yang benar, perempuan disabel akan mampu membedakan antara mitos dan fakta. Selanjutnya, hal ini akan menghindarkan mereka dari pelecehan seksual dan perkosaan.”

Titiana Adinda

Ibuku Lelaki

Penerbit

Suara Kita (2015)

Kontak Pemesanan

Email                : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website           : www.suarakita.org 

Ibuku Lelaki adalah kumpulan cerpen bersama yang diterbitkan oleh Suara Kita, sebuah komunitas LGBTIQ di Jakarta yang aktif melakukan kampanye melalui media kreatif. Pada buku ini, Nurdiyansah menuliskan cerpen berjudul Waria, sebuah cerita tentang obsesi, cinta, seksualitas, sekaligus pengalaman masa lalu seorang anak lelaki terhadap seorang tokoh transgender/trans-seksual. Cerpen-cerpen pada buku ini ditulis oleh 16 penulis yang mengangkat tema tentang keberagaman seksualitas. 

“Tubuh adalah pemberian alam. Dimaksudkan untuk melanjutkan kehidupan. Dalam niat alamiah itu, seksualitas bertumbuh. Tetapi kemudian peradaban tiba untuk mengatur. Maka tubuh menjadi tubuh yang diatur: oleh politik, oleh tradisi, oleh ilmu, oleh agama, oleh teknologi, oleh huku, dan seterusnya. Tubuh ditertibkan oleh kehendak orang lain. Oleh institusi. 

Tubuh yang diatur menjadi tubuh yang tak otentik. Ia dimiliki tetapi kekuasaan atasnya ada pad aorang lain. Di situlah ketegangan bermula. 

Mereka yang berkarya melalui sastra adalah mereka yang sering mengucapkan dunia yang tak adil. Sastra dan politik, saling menghidupkan. Sastra dan psikologi, saling menguatkan. Buku ini mengendapkan harapan-harapan itu.”

Rocky Gerung, Dosen Filsafat Universitas Indonesia

Tantangan Pariwisata

Penerbit

Alfabeta (2014) 

Kontak Pemesanan

Phone              : (022) 200 8822

Email                : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website           : www.cvalfabeta.com

Pariwisata mengupas suatu perjalanan sebagai fenomena yang terkait isu global saat ini. Bagaimana pariwisata kemudian berdampak pada aktivitas ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan di sekitar kita? Melihat pariwisata sebagai tambang emas yang mensejahterakan atau justru mengeksploitasi? Bagaimana sustainable tourism development sepatutnya dipraktekkan?

Pada buku ini, Nurdiyansah memaparkan variasi isu kontemporer yang merupakan peluang dan tantangan bagi keberlangsungan industri pariwisata di masa depan. Berbagai topik dipaparkan dengan contoh kasus dan perspektif yang pula beragam, mulai dari isu konservasi warisan budaya (cultural tourism), perubahan iklim (eco-tourism & greenwashing), tren wisatawan muda (backpacker tourism), ketidaksetaraan gender (women traveler), kemiskinan (pro-poor tourism), bencana (risk disaster & crisis management), prostitusi (sex tourism), wisata kuliner (food tourism), persinggungan jurnalisme dan promosi (travel writing), hingga pengaruh internet maupun media sosial (e-tourism). Pariwisata pun semakin memantapkan dirinya sebagai industri paling berpengaruh bagi bisnis sekaligus keilmuan yang menyenangkan untuk dipelajari.

“Buku ini berbicara pariwisata sebagai isu global, tetapi (dengan) pembahasan lokal yang lebih dihargai. Semoga semakin matang dalam menggarap isu-isu tersebut.”

Prof. Dr. M. Yuwana Mardjuka, M.Si., akademisi & praktisi pariwisata

“Buku ini banyak memberi informasi yang bisa kita dapatkan mengenai etika berwisata, apa saja yang harus kita persiapkan, dan bagaimana nantinya kita berinteraksi dengan penduduk setempat yang sedikit banyak akan mempengaruhi sisi ekonomi dan budaya. Buku ini layak dibaca setiap orang yang ingin melakukan perjalanan agar perjalanan wisata yang kita lakukan bisa memberikan sisi positif dan mengurangi dampak negatif dari industri pariwisata, khususnya di Indonesia.”

M. Iqbal, independen konsultan bidang marketing

“Faktual dan good reference.”

Listyo S. Pratignyo, dosen dan Direktur Marketing Universitas Sahid

Porn(O) Tour

Penerbit

Metagraf (Creative Imprint of Tiga Serangkai) (2015)

Kontak Pemesanan

Phone   : (0271) 714 344

Email     : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wesite  : www.tigaserangkai.com

Porn(O) Tour merupakan buku ketiga yang ditulis Nurdiyansah dan merekam perjalanan mengunjungi berbagai destinasi wisata populer dan alternatif di Indonesia. Pada buku ini, kisah perjalanan dikemas secara unik dengan menampilkan sisi lain dari destinasi. Nurdiyansah menulis bukan hendak sekadar mempromosikan atraksi wisata atau memandu pembaca menuju suatu lokasi wisata, tetapi memberikan pembelajaran tentang apa itu #TourismEthics dan bagaimana kita sebagai turis dapat memberikan makna dan dampak positif pada suatu perjalanan. Di setiap cerita kita akan disuguhkan substansi tematik yang dikemas melalui corak travel writing. Isu yang diangkat beragam, mulai dari persoalan manajemen pengelolaan destinasi, masalah kemiskinan, hak masyarakat adat, turisfikasi (komodifikasi), fair trade, prostitusi, konservasi alam dan budaya, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga trafiking (perdagangan orang, benda antik, dan flora-fauna dilindungi).

"Informatif, kritis, memberikan deskripsi berbagai catatan penting atas hal-hal yang perlu diperhatikan. Bacaan penting untuk jadi traveller yang smart."

Medina Kamil, pembawa acara (presenter) Jejak Petualang

“Buku ini mengupas dunia traveling dengan sudut berbeda. Jika Anda melihat traveling hanya sebagai pencarian ‘surga tersembunyi’ demi berbagi foto dengan perangkat kuno bernama tongsis, atau Anda masih tabu dan jijik dengan kata ‘porn,’ berarti Anda belum siap membaca buku ini.”

Yudasmoro Minasiani, penulis buku Travel Writer 

Porn[o] Tour: Sisi Lain Sebuah Perjalanan memberikan kita sisi lain untuk dipikirkan dari sebuah perjalanan. Sesekali tulisan-tulisan di dalamnya memang terasa penuh penilaian. Tapi, perjalanan bukan soal salah atau benar, melainkan soal menyadari. Buku ini membuat saya makin menyadari satu hal: perjalanan meskipun dianggap aktivitas personal oleh pelakunya, ternyata memiliki dampak yang tak pernah personal.”

Windy Ariestanty, penulis buku Life Traveler & konseptor seri The Journeys 

“Eits! Jangan berpikir vulgar dulu. Judul bukunya emang provokatif, tapi sebenarnya isi buku menarik ini justru terbilang informatif. Penulis memberikan suguhan cerita pengalaman dalam bertualangnya dengan porsi yang berbeda. Sisi lain yang tak pernah terpikirkan oleh para wisatawan saat melancong.... Pembaca bakal terjaga mengikuti petualangn penulis karena dituturkan dengan bahasa yang bersahabat.”

Majalah hai (Edisi 13/2015/XXXIX, 30 Maret - 5 April 2015)

Pariwisata dan Isu Kontemporer

Penerbit         

Jejakwisata.com melalui kerja sama dengan Nulisbuku.com (2015)

(indie book/print on demand)

Kontak Pemesanan

Email                : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website           : www.jejakwisata.com & www.nulisbuku.com

Pariwisata memiliki perkembangan yang dinamis sekaligus kompleks sebagai suatu keilmuan dan industri. Memperkaya referensi publikasi bertema kajian kepariwisataan (tourism studies), buku ini hadir dan mengupas berbagai persinggungan isu pariwisata dengan persoalan lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi di Indonesia. Beberapa topik yang dipaparkan mungkin bisa jadi sangat kontroversial, tetapi memiliki relevansi yang tidak dapat dihindarkan dengan pariwisata.

Pada buku ini, Nurdiyansah bersama empat penulis lain (Roni Khoiron, Ismayanti, dan R. Teguh Satriawan) banyak memaparkan perspektif yang menjangkau konteks kekinian dan beragam dimensi pariwisata secara berbeda, mulai dari topik perencanaan dan pembangunan pariwisata, lingkungan hidup, serta persoalan sosial dan kontemporer di Tanah Air untuk merespon tantangan terhadap desakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism development). Buku ini tentu menjadi bahan bacaan yang menarik dan penting bagi kalangan akademisi (mahasiswa dan dosen), pelaku bisnis pariwisata, dan siapa saja yang hendak mengenal lebih dalam tentang seperti apa wajah pariwisata Indonesia saat ini.

“Bertualang ke lokasi wisata baru dan mengenal budaya setempat tentu menjadi keasyikan tersendiri buat para traveler. Namun, ternyata keduanya belumlah cukup untuk menambah pengetahuan soal wisata sesungguhnya. Buku ini membuka mata kita, mengajak untuk mengetahui sebuah keniscayaan pariwisata Indonesia dan efek-efek lain yang menyertainya.”

Edi Dimyati, travel writer

“Pariwisata merupakan topik yang sangat seksi dan tidak akan habis untuk dibahas dalam berbagai perspektif. Hadirnya buku ini akan menambah khasanah pengetahuan dalam kegersangan wacana-wacana kritis pariwisata akhir-akhir ini.”

 A. Faidlal Rahman, SE. Par., M.Sc.,

Ketua Jurusan Pariwisata & Perhotelan Pendidikan Vokasi, Univ. Brawijaya 

“Ada banyak buku yang menuliskan tentang pariwisata, namun pada buku ini Anda bisa mendapatkan informasi dan pembahasan yang lengkap dengan analisa dan strategi baru bagi pengembangan pariwisata dari berbagai sudut pandang, termasuk bagaimana masyarakat dapat terlibat aktif dalam industri pariwisata. Karena sejatinya, masyarakat sekitarlah yang dapat menjaga keindahan daerah tujuan wisata.”

Trinirmalaningrum, Direktur Perkumpulan Skala & Sekjen Planas PRB

Menjadi Penjelajah #Rempah

Saya mencoba mengingat kembali persepsi saya terhadap rempah-rempah ketika masih kanak-kanak dan remaja dulu. Suatu momen di mana saya duduk dengan manis mendengarkan penjelasan tentang rempah-rempah yang menjadi komoditi di masa penjajahan.

Page 1 of 2