Make It Happen with Me!

Work & Play

Saya melakukan perjalanan ke berbagai tempat dan menulis tentang berbagai hal. Kadang saya bisa mondar-mandir di beberapa kantor kawan dalam sepekan. Lalu apa saja yang saya lakukan sehari-hari? Apa pekerjaan saya?

Ketika orang bertanya hal itu, saya menjadi lebih nyaman untuk menyebut diri sebagai penulis. Pada kartu nama saya menuliskan profesi writer, researcher, & beyond... Karena saya pun ternyata tidak memiliki fokus isu atau bidang dalam pekerjaan. Saya lebih nyaman untuk mengatakan bahwa saya tidak membatasi diri pada kotak tertentu dan menikmati apa yang mungkin orang anggap sebagai ketidaknyamanan untuk terus kembali mempelajari hal baru, bertemu orang-orang berbeda, dan mengerjakan sesuatu yang menantang untuk dipikirkan secara kreatif.

Jurnalisme & Media

Saya memulai kecintaan pada aktivitas tulis-menulis sejak remaja. Tentu saja kala itu saya telah bermimpi tentang menjadi penulis. Dan saya melihat jalinan yang menarik antara hobi saya kala itu dengan media massa. Saya mengambil jurusan S1 Ilmu Jurnalistik di Fikom dan kemudian di situlah karier saya dimulai sebagai pekerja media yang menikmati mewawancarai orang-orang dan menulis tentang mereka. Saya mengawalinya dengan magang sebagai jurnalis untuk JurnalPerempuan.com, kemudian jurnalis sekaligus penulis naskah dan pengisi suara untuk Radio Jurnal Perempuan. Masih di organisasi yang sama, saya juga menulis untuk Change Magazine dan sesekali artikel dan resensi buku untuk Jurnal Perempuan. Saya juga mulai aktif menulis untuk media alternatif kala itu: zine maupun portal independen yang dikelola kawan-kawan sendiri.

Sampai saat ini, media massa masih menjadi ketertarikan saya di mana saya gemar untuk berkolaborasi untuk mengkreasikan konsep media maupun konten tulisan untuk berbagai media massa. 

Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) & Gerakan Sosial

Pada awalnya, selain jurnalis, adalah organisasi masyarakat sipil yang menjadi wadah aktivitas saya. Saya adalah jurnalis untuk media alternatif yang dikelola oleh sebuah OMS: Yayasan Jurnal Perempuan (YJP). Isu perempuan dan gerakan feminisme di Indonesia menjadi pintu untuk memahami berbagai persoalan sosial, budaya, dan politik di Indonesia. Di organisasi itu pula saya melakukan kerja-kerja dengan persinggungan isu seksualitas, LGBTIQ, trafiking, AIDS, disabilitas, perempuan dan media, serta banyak lagi. Keluar dari YJP, saya melanjutkan aktivitas menjadi relawan di berbagai komunitas dan organisasi non-profit, hingga berlabuh sesaat di Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi – YAPPIKA dan Miyara Sumatera Foundation (MSF). Selama sekitar 3 tahun di MSF saya belajar banyak hal untuk kerja-kerja terkait persoalan kebudayaan, termasuk tradisi kain.

Telah hampir 8 tahun saya bergelut dengan OMS/NGO. Kini, saya menghabiskan separuh waktu dalam sepekan untuk bekerja secara profesional dengan Perkumpulan Skala, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak untuk aktivitas pemberdayaan, jaringan, riset, dan lainnya terkait isu kebencanaan, kearifan lokal, serta media.

Kepariwisataan atau Sekadar Jalan-jalan

Tahun 2009, saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di jurusan Manajemen Marketing Pariwisata. Dunia baru yang sama sekali tak saya kenal sebelumnya. Di sanalah saya berkenalan dengan ilmu pariwisata dan mempertajam perspektif ketika jalan-jalan. Di kampus, saya banyak mempelajari pariwisata dari aspek manajemen, marketing, dan komunikasi bisnis. Bidang tersebut memperkenalkan saya pada pintu lain untuk bidang bisnis/korporasi. Menjelang usia 25 tahun, saya mendapat gelar master di bidang tersebut. Namun tentu saja ada banyak upaya yang harus saya lakukan mewakili generasi muda yang mencoba menjalin kolaborasi dengan para senior di bidang bisnis. Saya sempat bekerja untuk organisasi yang bergerak di bidang riset sekaligus menjadi konsultan pariwisata untuk Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta, dan beberapa perusahaan konsultan untuk berbagai proyek kajian.

Hingga kini aktivitas jalan-jalan masih terus saya lakukan sekadar untuk melepas penat atau menggali inspirasi dalam menulis. Di bidang kepariwisataan, saya telah menulis tiga buku: Peluang & Tantangan Pariwisata Indonesia (Penerbit Alfabeta, 2014), Pariwisata & Isu Kontemporer (Jejakwisata.com & Nulisbuku.com, 2015), dan Porn(O) Tour (Tiga Serangkai, 2015). Saya masih menggeluti profesi sebagai konsultan lepas untuk kepariwisataan serta berjuang untuk konsisten menulis dan menerbitkan buku bertema travel writing dan tourism studies. Terkait dengan buku Porn(O) Tour, saya tengah mengampanyekan isu #TourismEthics dengan melakukan serangkaian diskusi atau pelatihan di kampus atau ruang-ruang publik tentang persoalan pariwisata dan travel writing.

A Writer, Researcher, & Beyond...

Saat ini saya begitu tertarik dengan hal-hal terkait strategi branding, kewirausahaan, dan industri kreatif yang alternatif. Saya masih menulis, baik secara independen ataupun dengan klien. Berproses mengimplementasikan proyek non-komersil yang dilakukan sendiri atau bersama pihak lain. Saya gemar meneliti hal-hal apa pun dengan bentuk naratif & kualitatif, baik untuk kesenangan pribadi, sekadar membantu kawan, atau dengan komisi.

Kini untuk semua yang saya lakukan, saya tidak membatasi diri pada suatu kotak. Bukankah bekerja tak harus selamanya terkurung bilik di depan komputer? Begitu pun dengan bekerja tak selamanya dilakukan untuk materi? I am working for Life because simply I am Life...

Connect to my LinkedIn to know more about my professional background or just email me for a complete CV of mine. I would be very delightful to spend cups of coffee talking about how you can make it happen with me as your partner!

Sincerely,

Nurdiyansah Dalidjo